https://flores.times.co.id/
Berita

Tajuk Redaksi: Rp16.000 T, Pencapaian atau Sekadar Digit?

Selasa, 13 Januari 2026 - 06:56
Tajuk Redaksi: Rp16.000 T, Pencapaian atau Sekadar Digit? Warga memantau pergerakan saham melalui gawainya usai pembukaan perdagangan saham 2026 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (2/1/2026). (Foto: ANTARA/Galih Pradipta/YU)

TIMES FLORES, JAKARTA – Pasar modal Indonesia belakangan ini bukan lagi anak tangga kedua di kawasan. Ia sudah naik panggung, lengkap dengan lampu sorot dan tepuk tangan. Bayangkan, IHSG di penghujung 2025 mencatatkan level hampir 8.650 — naik lebih dari 22% dalam setahun, dan memecahkan rekor tertingginya sebanyak 24 kali! Kapitalisasi pasarnya menyentuh angka fantastis Rp 16.000 triliun. Wah, gila! Tapi ini bukan sulap. Ada cerita besar di balik layar.

Yang bikin pasar "nge-gas" salah satunya adalah gelombang investor ritel. Data OJK menyebut, investor pasar modal tembus 20,36 juta jiwa di akhir 2025 — melonjak hampir 37% dalam setahun. Artinya, saham kini bukan lagi mainannya para "jagoan" lama. Generasi muda, ibu-ibu, bahkan mahasiswa ikut meramaikan. Inklusi finansial? Kelihatan keren di sini.

Tapi, euforia seringkali mengundang penyakit. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sudah berulang kali mengingatkan: waspada saham "gorengan" dan praktik manipulasi pasar. OJK pun makin gencar mengawasi. Soalnya, kepercayaan itu seperti kaca — sekali retak, susah diperbaiki. Mereka tak mau euforia semu merusak pesta yang sebenarnya baru dimulai.

Namun, jangan terbuai hanya karena angka hijau di layar. Dunia luar tetap mengguncang. Gejolak geopolitik, sentimen suku bunga bank sentral global, dan ketidakpastian ekonomi dunia bisa dengan mudah membalikkan arus dana asing dalam sekejap. Ingat awal 2025? IHSG sempat "jatoh gedebak" sampai trading dihentikan sementara. Itu pengalaman pahit yang harus jadi pelajaran: pasar saham bukan jalan tol lurus, lebih mirip trek off-road penuh tikungan tajam.

Di sisi fundamental, ekonomi Indonesia sebenarnya punya modal bagus. Pertumbuhan GDP di kisaran 5% plus inflasi yang tetap terkendali jadi fondasi yang cukup kokoh. Bahkan, Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dengan hati-hati memastikan sistem keuangan kita tetap stabil meski badai global mengancam. Artinya, regulator tidak mau pasar modal maju sendiri sementara sektor perbankan atau riil tertinggal.

Lalu, bagaimana prospek 2026? Banyak analis masih optimistis, asalkan beberapa syarat terpenuhi: fundamental ekonomi terjaga, investor tidak hanya banyak tapi juga semakin cerdas, dan regulasi terus diperkuat. OJK bahkan sudah menyiapkan skema penguatan tata kelola dan transparansi. Kabar terbaru, ada wacana untuk menyederhanakan aturan perdagangan saham dan memperkuat edukasi investor pemula — langkah yang sangat dibutuhkan.

Tapi intinya, jangan terjebak pada euforia jangka pendek. Rekor ATH (all-time high) dan jumlah investor melonjak memang bagus untuk headline media. Tapi, apakah transaksi di baliknya sehat? Apakah investor paham risiko, atau sekadar ikut-ikutan tren? Pasar yang matang tidak hanya diukur dari kapitalisasi atau volume, tapi juga dari kedalaman, likuiditas, dan kualitas partisipasinya.

Jangan sampai pasar modal Indonesia cuma jadi "permen di mulut" — manis sebentar, lalu hilang. Momentum ini harus dimanfaatkan untuk membangun ekosistem berkelanjutan: mendorong perusahaan-perusahaan berkualitas go public, meningkatkan literasi keuangan, dan memastikan pertumbuhan pasar selaras dengan kesejahteraan ekonomi nyata. Karena akhirnya, pasar saham yang hebat bukan hanya soal angka, tapi tentang kepercayaan yang bertahan lama.

Jadi, sudah siap bermain dengan lebih cerdas?

Pewarta : Hendarmono Al Sidarto
Editor : Hendarmono Al Sidarto
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Flores just now

Welcome to TIMES Flores

TIMES Flores is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.